#: locale=en
## Tour
### Description
tour.description = Candi Barong
### Title
tour.name = Virtual Tour Candi-candi
## Skin
### Button
Button_6B3DCC00_647A_DF9A_41D5_DC120403F72A.label = 360º VIEWS
Button_6B3DCC00_647A_DF9A_41D5_DC120403F72A_mobile.label = 360º VIEWS
Button_727E644B_7DD2_675A_41A5_E1B24D4186E2.label = GO TO BUY
Button_750C11A1_648F_A89A_41C9_2E58278A81A6.label = INFORMATION
Button_750C11A1_648F_A89A_41C9_2E58278A81A6_mobile.label = INFORMATION
### Multiline Text
HTMLText_6BDD8039_64A6_31E4_41D7_D3C38C6C69F2_mobile.html =
LOREM IPSUM
The Arcona 340, is a 34’1” monohull sailboat designed by Stefan Qviberg. She was built by Arcona Yachts.
Arcona 340's Performances:
Upwind sail area to displacementi: 26.25
Downwind sail area to displacementi: 45.91
Displacement-Length ratio (DLR)i: 156
Ballast ratioi: 37 %
Hull speedi: 7.60 knots
Arcona 340's Auxiliary engine
Engine(s): 1
Engine type: Inboard engine
Engine: 20 HP
Fuel type: Diesel
Fuel tank capacity: 26.4 gal
Arcona 340's Accommodation
Cabin(s): 2
Berth(s) (min/max): 4 / 6
Head(s): 1
Fresh water tank capacity: 34.3 gal
Water heater capacity: 5.3 gal
Holding tank capacity: 13.2 gal
Arcona uses resin infusion to create a light, strong hull and deck comprised of multiaxial rovings and vinylester resin with a Divinycell core. A galvanized steel framework in the base of the hull carries the loads generated by the rig and keel. All bulkheads are laminated to the hull and deck. The keel is a lead bulb bolted onto an epoxy-coated cast-iron fin. The keel-stepped mast is by Seldén. Standing rigging is wire.
A nearly plumb bow and a fairly abrupt reverse transom both look sharp and maximize the boat’s sailing length. End-boom sheeting with traveler and mainsheet controls immediately forward of the helm—right where they belong—show this is a boat that means business on the racecourse.
This is quite simply a nice boat, a sailor’s boat. Its quality construction, styling and many practical seagoing design features result in a smart and make for a fast, comfortable ride underway.
$178,000
HTMLText_7DE3759A_6911_E2E0_41A7_C2659986BA1F.html = Candi Barong
merupakan candi Hindu yang terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, Prambanan, Sleman. Candi Barong berada di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Sejarah:
Candi Barong diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 masehi, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram. Candi ini ditemukan kembali pada awal abad ke-20 dalam kondisi runtuh saat perluasan kebun tebu untuk pembuatan pabrik gula oleh seorang Belanda. Nama barong diberikan oleh masyarakat karena terdapat hiasan kala di relung tubuh candi yang menyerupai barongan, makhluk mistis dalam mitologi Jawa. Candi Barong juga memiliki nama lain, yakni Candi Sari Suragedug. Nama ini tertulis di Prasasti Ratu Baka dalam bahasa Sanskerta. Pada prasasti tersebut, diceritakan raja bernama Sri Kumbaja membangun tiga buah lingga bernama Krttiwasalingga, Triyarbakalingga, dan Haralingga. Ketika lingga tersebut dibangun dengan pendamping Dewi Sri, Dewi Suralaksmi, dan Dewi Mahalaksmi. Tiga lingga yang disebutkan itu kemungkinan merupakan Candi Barong.
Dalam Prasasti Pereng yang berangka tahun 863 M tertulis Rakai Walaing Pu Kumbhayoni memberikan sawah dan dua bukit di Tamwahurang pada tahun 784 Saka atau 860 Masehi. Sawah dan bukit tersebut diberikan untuk pemeliharaan bangunan suci Siwa yang dinamakan Bhadraloka. Menurut pendapat ahli, bangunan tersebut merujuk kepada Candi Barong.
Tapak dan kompleks bangunan:
Candi berada di sisi tenggara kompleks Ratu Boko, pada ketinggian 199 m di atas permukaan laut. Di sisi barat daya, di bawah bukit, terletak Candi Banyunibo, candi Buddha. Pada posisi tenggara candi ini, berjarak sekitar 2 km, terletak Candi Ijo. Selain itu, terdapat pula di sekitarnya situs arca Ganesha, Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu.
Candi Barong menghadap ke arah barat menyerupai punden berundak. Pada teras pertama dan kedua sudah tidak ditemukan sisa bangunan candi, hanya terdapat sisa lantai dan umpak. Teras kedua merupakan area bukaan yang cukup luas. Sebelum memasuki teras tertinggi terdapat gerbang paduraksa kecil yang mengapit tangga naik.
Salah satu bangunan utama candi.
Pada bagian teras tertinggi terdapat dua bangunan candi untuk pemujaan, diperkirakan kepada Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8,18 m × 8,18 m dengan tinggi 9,05 m. Bangunan candi-candi utama ini tidak mempunyai pintu masuk, sehingga upacara pemujaan diperkirakan dilakukan di luar bangunan.
Ketika ditemukan, candi ini telah runtuh. Pemugaran dimulai 1987 dengan menyusun kembali dua candi utama. Pemugaran selesai 1992, dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama pemugaran ditemukan arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Selain itu ditemukan satu arca Ganesha dan beberapa peripih kotak terbuat dari batu andesit dan batu putih. Dalam salah satu pripih terdapat lembaran-lembaran perak dan emas bertulisan, tetapi tulisan itu sudah tak terbaca. Mendampingi pripih ditemukan pula sejumlah perlengkapan rumah, seperti mangkuk keramik, mata panah, guci, dan sendok.
Pemujaan terhadap Wisnu merupakan keistimewaan kompleks candi ini. Umumnya, candi-candi Jawa Tengah memuja Dewa Syiwa atau bersifat Syiwaistis. Selain itu, struktur berundak dengan pusat pemujaan terletak paling timur juga tidak umum bagi candi-candi dari masa Medang, yang biasanya bangunan utamanya berada di pusat kompleks. Hanya Candi Ijo yang memiliki karakteristik sama. Struktur berundak ini dianggap sebagai ekspresi asli Indonesia. Corak sinkretik juga tampak dari pemujaan terhadap Dewi Sri.
Candi ini mendapatkan nama 'barong' karena bangunan utama candi memiliki hiasan kala dan makara pada setiap relung seperti umumnya candi di Jawa, yang mirip dengan barong.
HTMLText_8B136952_9B53_66BC_41C9_C5EC319A8289.html =